Menjadi Seorang HRD

Saya bukan seseorang dari background psikolog atau sejenisnya yang lebih erat kaitannya dengan dunia Human Resources Department (HRD). Kuliah ambil sistem informasi setelah lulus kemudian bermula dari menjadi administrator disebuah perusahaan jasa mulailah bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan keHRDan, dari mulai manpower planing, recruitment, sampai urusan kontrak kerja karyawan. Pengalaman yang bisa dihitung baru sebentar ini belumlah cukup untuk menjadi acuan atau bahkan ukuran sebuah pencapaian kerja, ditambah lagi memang pengetahuan yang saya pelajari dibangku kuliah bukanlah ilmu yang berkaitan dengan keHRDan.

Tapi, semoga tulisan dan share pengalaman kali ini memberikan manfaat bagi para pembaca.

hrdSaya mulai dari share mengenai seorang HRD harus bisa multitasking, ibaratnya komputer bisa buka aplikasi banyak secara bersaman, maksutnya begini;  HRD adalah bagian yang dipercayakan oleh pemilik perusahaan untuk mengatur/ mengolah/ bahkan meningkatkan performa seluruh karyawan, disisi lain juga berkewajiban untuk mengolah data yang berkaitan dengan karyawan, seorang HRD juga harus bisa menjadi jembatan antara karyawan dan pimpinan perusahaan. Suatu saat HRD akan dihadapkan dengan kondisi harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan, harus bisa memanajemen waktu supaya semua pekerjaan yang bersamaan itu bisa selesai dengan baik padahal juga hanya memiliki sepasang tangan yang digunakan. contoh kasus; hari ini harus menyelesaikan semua pekerjaan rutin bulanan dari rekap kehadiran, rekap cuti, update data karyawan, dan lainnya, tapi dihari itu ada seorang karyawan yang sakit dan harus mengurus klaim kesehatan yang diberikan perusahaan, maka bagaimanapun juga semua pekerjaan itu harus tetap dikerjakan sampai selesai dengan baik. Ya begitulah... seorang HRD harus bisa melalui kondisi-kondisi tersebut dengan baik.

HRD adalah bagian yang bersinggungan langsung dengan sifat manusia; ketika memutuskan sebuah aturan ataupun ketetapan, yang dihadapi adalah manusia dengan karakter yang berbeda beda, pasti ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, masih mending hanya "setuju atau tidak setuju", ada kalanya akan dihadapkan dengan kondisi seorang HRD akan dibenci karena hal tersebut.

Berdasarkan pengalaman, Berikut beberapa tips ataupun kemampuan yang setidaknya harus dimiliki untuk menjadi seorang HRD;

1. Memiliki jiwa kepemimpinan, menurut saya menjadi seorang pemimpin yang condong ke sifat Leader akan lebih dihargai ketimbang sifat Boss. mengapa demikian? seorang leader akan memilih untuk mengajak bekerja bersama dibandingkan seorang boss yang hanya memberikan tugas pekerjaan. sesuai dengan kultur orang indonesia yang lebih menghargai ketika diajak bekerjasama ketimbang disuruh.

2. Humble & Pandai bergaul, menjadi HRD akan sangat baik ketika bisa dekat dengan semua karyawan perusahaan, kedekatan dengan karyawan akan menjadikan kultur kekeluargaan dan mendukung untuk membangun sebuah tim yang bagus, juga akan memudahkan seorang hrd untuk menyelesaikan problem ketika terjadi sebuah permasalahan mengenai performa karyawan.

3. Perdalam pengetahuan mengenai recruitment, mau tidak mau seorang hrd akan bersinggungan dengan proses recruitment, maka pengetahuan mengenai strategi recruitment harus selalu diasah.

4. Perdalam pengetahuan mengenai teknologi/ komputer, jaman saat ini sudah serba komputerisasi maka hampir semua hal bisa diolah melalui komputer, apalagi yang berkaitan dengan data. olah data yang paling umum digunakan adalah Ms. Office (word, excel, powerpoint). perdalam juga pengetahuan mengenai dunia internet karena dunia online saat ini sangat mendukung seperti contoh untuk menyebar luaskan informasi lowongan kerja, website company profile, dll.



semoga bermanfaat,

No comments:

Post a Comment