aku ini siapa?

Ketika muda menggelora, apapun seolah gampang diambil di depan mata. Satu demi satu langkah yang bergelora tumbang, tergelincir kerikil tajam yang runcing di setiap sudutnya. Tercobak cabik berlumuran keputusasaan. Aku ini Siapa? manusia, lalu manusia yang seperti apa?

Sepenggal sajak Sapardi Djoko Damono berbunyi "Masih patutkah kuhitung segala milikku, Selembar celana dan selembar baju, Ketika kusebut berulang nama-Mu". bahkan keputusasaan yang ku milikipun tak patut untuk kuhitung di hadapkan dengan kepemilikan-Tuhan atas diriku. Belum bercengkrama, padahal sudah kucari selembar asa dan setetes tinta untuk kulukiskan hanya dengan hitam dan putih. apa hitam dan putih bukan warna? lalu dimanakah harus kucari warna warna lain yang seharusnya bisa menghidupkan lukisanku.

Aku ini siapa? terlalu absurd untuk digambarkan, terlalu lirih untuk disuarakan, terlalu sunyi untuk didengar, aku sendiri belum mengerti aku ini siapa.
Bukankah itu bodoh, bahwa diri sendiri tak mengetahui apa yang ada dalam diri, belum bisa memahami nurani dan naluri yang membias. terlalu sering jatuh dan tak bangun lagi, dingin dan berselimut pertanyaan-pertanyaan. Aku ini Siapa?

Patutkah aku bertanya dan mengeluh kepada tuhanKu?

No comments:

Post a Comment